Video Game: Peluang atau Tantangan bagi Generasi Z?


Kita tahu bahwa video game adalah bentuk hiburan yang populer di kalangan Gen Z. Menurut penelitian, 81% Gen Z Indonesia adalah gamer. Hal ini menunjukkan bahwa video game mempunyai peranan penting dalam kehidupan Generasi Z. Tentu saja, penggunaan video game oleh Gen Z bisa berdampak positif dan negatif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: Apakah video game merupakan peluang atau tantangan bagi Generasi Z? Video game tidak hanya sekedar sarana hiburan, namun juga dapat memberikan peluang positif bagi Generasi Z.

1. Karir Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang di era digital yang progresif. Jadi mereka nyaman dengan teknologi dan sangat mudah beradaptasi. Ini memberi mereka peluang besar untuk mengejar karir di bidang video game. Peluang karir yang tersedia di bidang video game meliputi: pemain esports profesional Streamer game atau YouTuber pengembang permainan desain permainan pembuatan permainan

Seiring berkembangnya industri video game, peluang karir di bidang video game terus berkembang. Menurut laporan Newzoo, industri video game global diperkirakan akan tumbuh hingga $196,8 miliar pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa industri video game memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang di masa depan.


2. Pendidikan Video game tidak hanya menjadi hiburan dan peluang karier bagi Gen Z, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi Gen Z. Banyak permainan dirancang untuk mengajarkan berbagai keterampilan seperti pemecahan teka-teki, kerja tim, dan kreativitas. Video game bisa menjadi cara yang menyenangkan dan efektif untuk belajar mandiri. Generasi Z bisa belajar sambil bersenang-senang melalui permainan. Video game juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar adaptif dan meningkatkan plastisitas otak dan pembelajaran. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, video game dapat menjadi alat yang berharga dalam pendidikan Generasi Z.


3. Perkembangan bahasa Video game sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. Mereka menghabiskan banyak waktu bermain video game. Tidak mengherankan jika video game dapat menjadi sarana pengembangan bahasa bagi Generasi Z. Beberapa video game memungkinkan pemainnya berkomunikasi dengan pemain lain menggunakan bahasa yang kompleks dan beragam. Hal ini dapat membantu Gen Z meningkatkan kosa kata bahasanya dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, selain video game, Generasi Z juga dapat memanfaatkan sumber daya lain untuk belajar bahasa asing, seperti kamus, buku teks, dan situs pembelajaran bahasa. Melalui penggunaan video game yang tepat, Generasi Z dapat meningkatkan kemampuan bahasa asingnya dengan cara yang efektif dan menyenangkan. Video game memiliki banyak peluang positif, seperti meningkatkan kreativitas, pengembangan bahasa, dan pendidikan. Video game juga menghadirkan banyak tantangan bagi Generasi Z. Berikut adalah beberapa tantangan tersebut:

1. Kecanduan


Kecanduan video game adalah salah satu masalah terbesar yang dihadapi Generasi Z. Dengan video game yang semakin canggih dan kompetitif, pemain bisa menjadi kecanduan dan bermain berjam-jam. Kecanduan video game dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kinerja akademis yang buruk, putusnya hubungan, dan masalah kesehatan mental.

2. Biaya

Video game bisa mahal, terutama game terbaru dan terpopuler. Gen Z yang masih dalam masa pertumbuhan dan belum bekerja seringkali kesulitan untuk membeli game-game tersebut.

Biaya video game dapat membebani keuangan Gen Z, terutama jika mereka tidak memiliki penghasilan. Generasi Z, yang masih bergantung pada orang tua untuk biaya hidup, mungkin akan kesulitan memenuhi kebutuhan lain jika mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk bermain video game.

3. Berkurangnya produktivitas

Kecanduan video game dapat menghambat produktivitas Gen Z. Gen Z yang terlalu sering bermain video game mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi pada tugas lain, seperti belajar, bekerja, atau kuliah. Hal ini mungkin berdampak negatif pada prestasi akademis atau karier Generasi Z. Gen Z yang terlalu sering bermain video game mungkin lebih suka menghabiskan waktu sendirian di depan layar dibandingkan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan emosional Generasi Z.

Tinggalkan Balasan